Wednesday, December 2, 2015

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEKHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA KELAS VII SMP - BAB 3

BAB III
METODE PENELITIAN

A.      METODE PENELITIAN
1.        Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah Ciledug, kecamatan ciledug, kabupaten Cirebon. Penulis mengambil lokasi tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subjek penelitian sangat sesuaii dengan profesi penulis.
2.        Waktu Penleitian
Waktu pelaksanaanya adalah pada bulan oktober untuk siklus I, Bulan oktober untuk siklus II, dan desember untuk siklus III.

B.       SUBJEK PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas dilakukan di SMP Muhammadiyah Ciledug pada kelas VII A semester 1.

C.      RANCANGAN PENELITIAN
a.        Siklus I
Langkah-langkah dalam siklus I antara lain:
1.         Perencanaan
i)     Menyiapkan RPP
ii)   Menyiapkan materi pelajaran
iii) Menyiapkan soal-soal latihan
iv)  Menyiapkan soal pekerjaan rumah (PR)
2.         Tindakan
i)     Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
ii)   Guru menyampaikan materi sesuai RPP dalam pembelajaran matematika
iii) Guru memberikan soal / maslah yang berhubungan dengan materi yang disampaikan.
iv)  Siswa diberi PR
3.         Pengamatan
Mengamati terjadinya peningkatan keterampilan belajar siswa yang ditandai dengan adanya rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan guru.
4.         Refleksi
Mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah berjalan untuk memperbaiki kegiatan pada siklus berikutnya.
b.        Siklus II
kegiatan siklus II sama dengan kegiatan siklus I. pada siklus II merupakan perbaikan semua kekurangan pada siklus I.
c.         Siklus III
Kegiatan siklus III sama dengan siklus I dan II. Pada siklus III dilakukan untuk melakukan penyempurnaan oada siklus I dan II, sehingga minat pembelajaran matematika dengan metode pemberian tugas pekerjaan rumah menjadi meningkat.

D.        TEKNIK  PENGUMPULAN DATA
Data-data  hasil  penelitian ini diperoleh dari:
1.      Data mengenai tingkat kemampuan siswa menyelesaikan soal-soal matematika   yang diambil dari tes awal dan  tes akhir tiap siklus
2.      Data mengenai sikap, motivasi ,dan kesungguhan siswa mengikuti proses belajar mengajar matematika maupun kesungguhan dan cara mengerjakan soal-soal matematika menjadi meningkat

E.       TEKNIK ANALISIS DATA
     Data yang diperoleh  dari hasil penelitian ini selanjutnya akan dianalisis secara deskriftif dengan melihat hasil belajar matematika siswa  yang diperoleh dalam proses pengerjaan tugas rumah melalaui kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika.Hasil analisis deskriftif  tersebut ditampilkan dalam bentuk  skor untuk mendapat kesimpulan dalam penelitian ini, seperti yang diungkapkan  Arikunto (2000) sebagai berikut :
Tabel 1. Pengkategorian interval  skor pada tingkat penguasaan soal-soal  matematika
NO
INTERVAL
KATEGORI
1.
8,1-10,0
Sangat Tinggi
2.
6,6- 8,0
Tinggi
3.
5,6- 6,5
Sedang
4.
4,1 – 5,5
Rendah
5.
0 – 4,0
Sangat Rendah

Indikator Penelitian
Yang menjadi indicator keberhasilan penelitian ini adalah apabila kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika sudah mencapai tingkat penguasaan berdasarkan nilai standar  KKM

  







UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEKHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA KELAS VII SMP - BAB 2

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.      LANDASAN TEORI
1.        Matematika
Istilah Matematika berasla dari bahasa Yunani “Mathematikus” secara ilmu pasti, atau “Mathesis” yang berarti ajaran, pengetahuan  abstrak dan deduktif, di mana kesimpulan tidak ditarik berdasarkan pengalaman keindraan, tetapi atas kesimpulan yang ditarik dari kaidah-kaidah tertentu melalui deduksi (Ensiklopedia Indonesia).
Dalam garis besar program pembelajaran (GBPP), teradapat istilah Matematika Sekolah yang dimaksudkan untuk memberi penekanan bahwa materi atau pokok bahasan yang terdapat dalam GBPP merupakan materi atau pokok bahasan yang diajarkan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Direkdikdas,1994).
2.        Belajar
Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responnya menjadi menurun. Sedangkan menurut Gagne, belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru (Srifauziah, 2005: 10). Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia, belajar diartikan berusaha (berlatih) supaya mendapat kepandaian (Purwadarminta: 109).
Belajar dalam penelitian dapat diartikan segala usaha yang diberikan oleh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran matematika.
3.        Prestasi Belajar
Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan “belajar”, prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud, 1995: 787) sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Depdikbud, 1995: 14). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang di kembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi dalam penelitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya.
4.        Tekhnik
Dalam kamus umum bahasa Indonesia tekhnik diartikan sebagai cara membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (Purwadarminta: 1035) sedangkan tekhnik siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan.
5.        Pekerjaan Rumah (PR)
Pekerjaan rumah atau biasa disebut PR dalam bahasa inggris “Homework”, yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan di luar jam sekolah (terutama di rumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru di luar jam sekolah untuk meningkatkan penguasaan konsep atau keterampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.

B.       KERANGKA BERPIKIR
Aktivitas siswa dalam proses belajar merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam menentukan efektif atau tidaknya suatu pelajaran, sehingga guru harus memikirkan metode yang cocok untuk digunnakan agar lebih efektif dalam mengulang pelajaran di sekolah.
Proses pembelajaran dengan metode pemberian tugas rumah selain dapat mengingat kembali pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah juga dapat menyelesaikan soal matematika serta membantu mnumbuhkan sikap positif terhadap pelajaran matematika, sehingga menjadikan siswa bertanggung jawab, aktif, dan kreatif.
Dengan demikian secara individual dapat membangkitkan kepercayaan dari siswa terhadap kemampuan untuk menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan matematika dan dapat menghilangkan rasa takut dan sulit terhadap pelajaran matematika.

C.      PERUMUSAN HIPOTESIS

Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah “Melalui tekhnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Ciledug”.

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEKHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA KELAS VII SMP - BAB 1

BAB I
A.      LATAR BELAKANG
Peserta belajar dengan kemampuan yang bervariasi sering dijumpai pada suatu proses pembelajaran. Kemampuan yang bervariasi dapat berupa perbedaan kesanggupan, keterampilan, intelegensi, potensi, dan pengetahuan awal dalam mengikuti proses belajar.
Pada pembelajaran bidang study matematika, siswa dengan kemampuan mengikuti proses pembelajaran yang bervariasi secara logis dapat menimbulkan konsekuensi yang serius, yaitu variasi akan berkelanjutan dengan perbedaan kemampuan antar siswa dapat semakin besar. Hal ini utamnya disebabkan  oleh materi awal pada matematika, berkaitan erat dengan materi selanjutnya.
Salah satu tujuan dari mempelajari matematika adalah siswa dapat menguasai konsep sehingga dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran matematika juga dimaksudkan untuk pembentukan sikap positif terhadap matematika, sehingga merasa tertarik untuk mempelajari lebih lanjut.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis di SMP Muhammadiyah Ciledug selama proses kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung, siswa hanya belajar matematika pada saat guru jam pelajaran matematika berlangsung. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang mengerjakan pekerjaan rumah di sekolah. Siswa kurang termotivasi untuk mengulang kembali pelajaran yang telah di jelaskan oleh guru ataupun mengikuti bimbingan matematika yang diselenggarakan di luar jam sekolah.
Untuk mengantisipasi keadaan tersebut guru sangat memegang peranan penting untuk mengupayakan metode pembelajaran yang cocok sehingga siswa dapat memahami dan menguasai pelajaran matematika. Salah satu metode yang dilakukan adalah pemberian tugas pekerjaan rumah. Siswa diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajarnya, sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap materi yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa.

B.       PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Perumusan Masalah
Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar bagi siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Ciledug ?
Pemecahan Masalah
Siswa yang mendapat perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikannya perlakuan dan perhatian yang lebih baikdalam belajar di sekolah maupun di rumah, tentunya akan lebih baik pula penguasaan keterampilan atau konsep terhadap mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan pemberian PR secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak mampu mengkondisikan dalam bentuk motivasi ekstrinsik bagi siswa itu sendiri.
Moh. Uzer (1996: 29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan atau paksaan orang lain, sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar”.
Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa harus belajar. Dengan pola demikian tentunaya anak yang lebih banyak belajar di rumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan.

C.      TUJUAN PENELITIAN
1.      Tujuan Umum
Tujuan penelitian yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah.
2.      Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar matematika bagi siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Ciledug.

D.      MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dappat bermanfaat bagi:
a.    SMP Muhammadiyah Ciledug
Dengan hasil penelitian ini diharapkan kelas VII SMP Muhammadiyah Ciledug dapat lebih meningkat pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah (PR) agar prestasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain.
b.    Guru
Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dikelasnya.
c.    Siswa
Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah (PR) dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya.

Friday, June 5, 2015

DI MANA DAN MENGAPA TERJADI GEMPA BUMI?

Ilmuwan telah mengembangkan sebuah teori yang disebut lempeng tektonik yang menjelaskan mengapa terjadi proses gempa bumi.
Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.
Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth's mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua.
Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan.

Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya. Berikut adalah nama-nama lempeng tektonik yang ada di bumi, dan lokasinya bisa dilihat pada Peta Tektonik.
Lempeng Tektonik
Pasifik
Arab
Amerika Utara
Philipina
Eurasia
Fiji
Afrika
Juan de Fuka
Antartika
Karibia
Indo-Australia
Kokos
Amerika Selatan
Nazka
India
Skotia

Pergerakan Lempeng (Plate Movement)

Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) di mana tiga lempeng kerak bertemu.
1.      Batas Divergen
Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling menjauh (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen.
Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut.
Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.
2.      Batas Konvergen
Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another).
Wilayah di mana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunungapi (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.
3.      Batas Transform
Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). 

Thursday, June 4, 2015

GELOMBANG GEMPA

Ketika sebuah gempabumi terjadi, batuan akan pecah dengan kekuatan yang sangat besar dan melepaskan energi rambatan dalam bentuk getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang seismik keluar dari fokus gempabumi ke segala arah. Ketika gelombang rambatan menjauh dari fokus, kekuatannya akan melemah. Untuk itulah, pada umumnya tanah akan kurang bergetar apabila menjauh dari fokus.
Terdapat 2 jenis gelombang seismik utama yaitu gelombang utama dan gelombang perpermukaan. Gelombang utama adalah gelombang seismik tercepat yang bergerak melalui bumi. Gelombang permukaan adalah gelombang yang lebih lambat dan bergerak di sepanjang permukaan bumi.
Gelombang Utama
Gelombang utama cenderung menyebabkan kerusakan gempabumi. Terdapat 2 jenis gelombang utama yaitu gelombang kompresional dan gelombang penggunting. Ketika gelombang merambat di dalam bumi, partikel-partikel batuan akan bergerak ke segala arah. Gelombang kompresional akan mendorong dan menarik batuan. Gelombang ini menyebabkan gedung-gedung dan struktur bangunan lainnya akan mengerut dan mengembang. Gelombang penggunting akan membuat batuan tertekuk atau bergeser dari satu sisi ke sisi yang lain, dan kemudian bangunan akan berguncang. Gelombang kompresional mampu merambat pada batuan yang solid, cairan, atau gas sekalipun. Akan tetapi, gelombang penggunting hanya bisa merambat pada batuan yang solid.

Gelombang kompresional merupakan gelombang seismik tercepat dan tiba kali pertama di sebuah titik. Untuk alasan itulah, gelombang kompresional juga disebut gelombang primer (P). Gelombang penggunting yang merambat lebih lambat dan tiba kemudian disebut gelombang sekunder (S).
Gelombang P atau gelombang mampatan (compression wave), adalah gelombang longitudinal yang arah gerakannya sejajar dengan arah perambatan gelombang. Ini merupakan gelombang seismik tercepat yang merambat di sela-sela bebatuan dengan kecepatan 6-7 km per/detik.
Gelombang S atau gelombang rincih (shear wave), adalah gelombang transversal yang arah gerakannya tegak lurus dengan arah perambatan gelombang. Gelombang seismik ini merambat di sela-sela bebatuan dengan kecepatan sekitar 3,5 km/detik.
Gelombang utama lebih cepat kekuatan rambatannya di bawah permukaan bumi dibandngkan dengan dekat ke permukaan. Sebagai contoh, pada kedalaman kurang dari 25 kilometer gelombang kompresional mampu merambat kira-kira 3,8 kilometer per detiknya. Pada kedalaman 1.000 kilometer, kecepatan rambatan gelombang tidak lebih dari satu setengahnya dari kecepatannya sendiri.
Gelombang Permukaan
Gelombang panjang atau gelombang permukaan, yaitu gelombang gempa yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan sekitar 3,5 - 3,9 km per detik. Gelombang inilah yang paling banyak menimbulkan kerusakan.
Gelombang permukaan sangatlah panjang, akan tetapi kecepatan rambat gelombangnya lambat. Gelombang ini menghasilkan apa yang kita rasakan sebagai gerakan batuan lambat dan hanya menyebabkan kecil atau tidak merusak sama sekali. 
Terdapat dua jenis gelombang permukaan yaitu gelombang Love dan gelomban Rayleigh. Gelombang Love merambat melalui permukaan secara horizontal dan menggerakkan tanah dari satu sisi ke sisi lainnya. Gelombang Rayleigh membuat permukaan bumi menggulung seperti gelombang di lautan.
Gelombang Love umumnya bergerak dengan rata-rata kecepatan sebesar 4,4 km/detik dan gelombang Rayleigh, gelombang seismik terlambat bergerak kira-kira 3,7 km/detik. Kedua jenis gelombang ini diberi nama setelah dua ahli fisika Inggris bernama Augustus E.H. Love dan Lord Rayleigh yang secara matematis memprediksikan keberadaan gelombang ini pada 1911 dan 1885.








Kecepatan merambat kedua gelombang permukaan ini selalu lebih kecil daripada kecepatan gelombang P, dan umumnya lebih lambat daripada gelombang S. 

Wednesday, June 3, 2015

JENIS-JENIS GEMPA

Gempa adalah sentakan asli pada kulit bumi sebagai gejala penggiringan dari aktifitas tektonisme maupun vulkanisme dan kadang-kadang runtuhan bagian bumi secara lokal. Yang dapat dirasakan pada saat gempa bumi terjadi adalah getaran bumi tempat kita berada pada saat itu. Bumi bergoyang ke samping dan ke atas. Itulah gelombang gempa yang sampai ke tempat kita. Pada waktu mengalami gempa kita tidak tahu dari mana gempa itu datang, sehingga kita tidak tahu ke arah mana lari harus lari untuk menjauhi sumber gempa.
Gempa vulkanik disebabkan oleh desakan magma ke permukaan, gempa runtuhan banyak terjadi di pegunungan yang runtuh, gempa imbasan biasanya terjadi di sekitar dam karena fluktuasi air dam, sedangkan gempa buatan adalah gempa yang dibuat oleh manusia seperti ledakan nuklir atau ledakan untuk mencari bahan mineral. Skala gempa tektonik jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis gempa lainnya sehingga efeknya lebih banyak terhadap bangunan.
Berdasarkan penyebabnya, gempa dapat dikategorikan ke dalam 2 jenis yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik.
1.      Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik. Lempeng tektonik bumi kita ini terus bergerak. Ada yang saling mendorong, saling menjauh, atau saling menggelangsar. Karena tepian lempeng tektonik ini tidak rata, jika bergesekan maka timbullah friksi. Friksi inilah yang kemudian melepaskan energi goncangan.
2.      Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik terjadi akibat meningkatnya aktivitas gunungapi, yang disebabkan oleh naiknya magma dari bawah gunung tersebut ke permukaan. Cairan magma ini mendesak batuan-batuan di atasnya, sehingga menyebabkan goncangan dan apabila tekanannya cukup besar berpotensi menimbulkan letusan.
Sebenarnya mekanisme kedua gempa ini sama. Naiknya magma ke permukaan juga dipicu oleh pergeseran lempeng tektonik pada sesar bumi. Biasanya ini teradi pada batas lempeng tektonik yang bersifat konvergen (saling mendesak). Hanya saja pada gempa vulkanik, efek goncangan lebih ditimbulkan karena desakan magma, sedangkan pada gempa tektonik, efek goncangan langsung ditimbulkan oleh benturan kedua lempeng tektonik. Bila lempeng tektonik yang terlibat adalah lempeng benua dengan lempeng samudra, sesarnya berada di laut, karena itu biasanya benturan yang teradi berpotensi menimbulkan tsunami.
3.      Gempa runtuhan
Gempa runtuhan yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer, seperti gua kapur atau terowongan tambang. Gempa ini relatif lemah dan hanya terasa di sekitar tempat runtuhan terjadi.
Masih banyak penggolongan jenis gempa. Misalnya berdasarkan bentuk episentrumnya, dibedakan menjadi 2 macam, yaitu gempa linier dan gempa sentral.
1.      Gempa linier yaitu episentrumnya berupa garis.
2.      Gempa sentral yaitu episentrumnya berbentuk suatu titik.
Berdasarkan letak kedalaman hiposentrumnya dibedakan menjadi tiga macam gempa, yaitu gempa dalam, gempa intermedier (menengah), dan gempa dangkal.

Berdasarkan jarak episentrumnya, gempa dibedakan menjadi tiga macam, yaitu gempa setempat, gempa jauh, dan gempa sangat jauh. Berdasarkan letak episentrumnya, gempa dapat dibedakan menjadi gempa laut dan gempa darat. 

Bagaimanakah Awal Terjadinya Gempa bumi?

Kebanyakan gempabumi terjadi di sepanjang daerah patahan. Patahan adalah cacat pada batuan bumi bagian terluar di mana bagian-bagian batuannya tersebut saling berpisah. Patahan terjadi pada lapisan batuan bumi yang lunak. Kebanyakan gempabumi terjadi di bawah permukaan bumi. Tetapi, beberapa di antaranya seperti San Andreas Fault di California Amerika Serikat terlihat di atas permukaan. Penekanan pada kulit bumi menyebabkan bergesernya blok batuan besar sepanjang patahan tersebut menegang. Ketika tekanan tersebut semakin menegang, batuan akan pecah dan beralih ke posisi baru, menyebabkan goncangan gempa bumi.
Gempabumi biasanya berawal jauh di bawah permukaan tanah. Titik di bumi di mana batuan pecah kali pertama disebut fokus juga dikenal dengan Hiposenter. Fokus pada kebanyakan gempabumi berada pada kedalaman 70 km di bawah permukaan. Fokus yang paling dalam diketahui terletak pada kedalaman 700 kilometer di bawah permukaan. Titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas fokus dikenal sebagai episenter. Goncangan terkuat biasanya terjadi di dekat episenter.

Dari fokus, pecahan batuan akan berlanjut menyebar di sepanjang pecahan patahan. Kecepatan penyebaran pecahnya batuan bergantung kepada jenis batuannya sendiri. Pada batuan granit atau batuan keras lainnya akan merambat dengan kecepatan 3 km/detik. Rata-ratanya, sebuah retakan  akan menyebar lebih dari 560 kilometer dalam satu arah hanya dalam waktu kurang dari 3 menit. Ketika patahan tersebut kemudian meluas di sepanjang patahan, bongkahan batuan pada salah satu sisinya akan turun di bawah batuan lainnya, berada di atas dan saling bersinggungan.