Monday, April 20, 2015

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN

PROPOSAL
A.    JUDUL PENELITIAN
Judul penelitian ini adalah Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Terhadap Materi Keragaman Suku Bangsa di Indonesia di Kelas V SDN Citaresmi Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang.

B.     BIDANG KAJIAN
Bidang kajian yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas yaitu mengenai media pembelajaran yaitu dengan penggunaan Media Puzle untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi keragaman suku bangsa di Indonesia.

C.    PENDAHULUAN
Proses belajar mengajar adalah membantu seseorang untuk mempelajari sesuatu. Artinya seorang yang sedang belajar harus dibantu oleh serang pengajar karena dalam proses belajar mengajar ini tidak selalu berjalan mulus sebagaimana mestinya, terkadang ditemui berbagai masalah yang merupakan tantangan dari tercapainya keinginan untuk dapat mempelajari dan menguasai sesuatu tertentu melalui sejumlah mata pelajaran tertentu.
Masalah dalam kegiatan belajar mengajar ini juga berlaku terhadap pengajar-pengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dinyatakan bahwa IPS sendiri tidak bisa dilepaskan dan berkaitan erat dengan maslah masalah sosial atau dengan kata lain dikatakan sebagai studi sosial. Karena IPS mempelajari di antaranya gejala-gejala di lingkungan sosial dapat terjadi mengkaji sikap yang tepat dalam mengatasi gejala-gejala yang terjadi tersebut.
Depdikbud (1999) menyebutkan bahwa: Tujuan utama program pendidikan tersebut merupakan peserta didik sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang baik dan memberi dasar pengetahuan masing-masingnya untuk kelanjutan pendidikan di atasnya.
Visi pendidikan IPS yaitu sebagai program pendidikan yang menitikberatkan pada pengembangan individu siswa sebagai aktor sosial yang mampu mengambil Keputusan yang benar dan sebagi warga negara yang cadas memiliki komitmen, bertanggung jawab, dan partisipatif.
Misi IPS yaitu memanfaatkan konsep, prinsip dan metode-metode ilmu sosial yaitu memanfaatkan konsep prinsip, metode-metode, ilmu-ilmu sosial, dan bidang keilmuan untuk mengembangkan karakter aktor sosial dan warga negara yang baik.
Pembelajaran IPS yang dilakukan seorang guru kebanyakan hanya melakukan transfer ilmu saja, di mana guru sebagai sumber informasi dan anak sebagai pendengar setia degan didik dan mengerjakan pertanyaan saja. Kebanyakan yang digunakan oleh seseorang guru dalam pembelajaran IPS hanya menggunakan metode ceramah saja. Penggunaan metode ini membuat siswa menjadi pasif. Seorang siswa berperan sebagai penerima ilmu saja tanpa lepas sampai ke akar permasalahan sehingga anak tidak bisa berpikir akibat dibiasakan hanya saja menerimaimu saja tanpa pengembangan dari ilmu tersebut sehingga anak tersebut tidak bisa berpikir kritis.
Dengan demikian seorang guru tidak dikatakan salah menggunakan metode ceramah dan bukan berarti metode ini harus dihentikan, akan tetapi ditunjang dengan penggunaan model-model, media pembelajaran agar lebih besar manfaatnya dan pembelajaran akan lebih bermakna dan waktu kita gunakan metode akan lebih serasi sehingga metode ceramah akan lebih besar manfaatnya dan perlu digunakan. Pada permulaan berlangsung guru menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi ajar. Guru yang pandai tentunya dapat memikat perhatian peserta didik bahkan merangsang mereka untuk berpikir.
Menurut Piaget (Dril, 1980:98, Budiman2006:106 Moh Ganjar:3) “Adalah benar bahwa pembelajaran tidak harus berpusat pada guru, tetapi anak harus aktif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekuensinya materi yang dipelajari harus menarik minat belajar peserta didik dan menantang sehingga mereka asyik dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Kita simpulkan bahwa sangat dibutuhkan suatu bentuk pembelajaran lebih kreatif, inovatif, dan kreatif yang dilakukan dengan konsisten dengan memperhatikan adanya interaksi-interaksi belajar sehingga segala aspek kemampuan siswa dapat berkembangkan dengan optimal. Pembelajaran ilmu dengan bentuk-bentuk perkembangan model yang telah dirancang para ahli dapat menolong guru agar benar-benar tidak tergantung model yang telah dirancang ahli dapat menolong guru agar benar-benar tidak tergantung pada satu metode saja yaitu ceramah, dalam kaitannya dengan mengajar IPS guru dapat mengembangkan model pengajaran yang dimaksud sebagai upaya mempengaruhi perubahan yang baik dalam prilaku siswa tujuannya adalah untuk membantu guru meningkatkan kemampuannya untuk lebih mengenal siswa dan menciptakan lingkungan yang lebih bervariasi bagi kepentingan siswa belajar. Perencanaan pembelajaran sangat penting membantu agar siswa mengkreasi menata dan mengorganisasi pembelajaran sehingga memungkinkan peristiwa belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan belajar tepat sasaran baik materi waktu pembelajaran.
Media pembelajaran dapat diterapkan pada bidang studi hendaknya dikemas sesuai dengan hakiki pendidikan bidang studi tersebut. Namun secara filosofis tujuan pembelajaran untuk memfasilitasi siswa pemenuhan dan pengembangan suasana belajar, sehingga mampu melakukan oleh pikir, rasa dan raga dalam memecahkan masalah kehidupan di dunia nyata.
Menurut Gagne mengertikan bahwa media sebagai jenis komponen dalam tingkatan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Berbagai kesimpulan dalam pembelajaran IPS selain mengajarkan sikap minat nilai-nilai, bagaimana proses berpikir yang tidak kalah penting dalam proses pembelajaran IPS mengajari bagaimana memahami dengan menggunakan media pembelajaran siswa untuk belajar yakni tuntut berperan aktif dalam proses pembelajaran karena media sebagai penyaluran bakat minat pesan siswa guna mencapai tujuan pengajaran. Jadi jelas media pembelajaran  sangat diperlukan untuk memicu proses belajar secara efektif guna tercapai tujuan pembelajaran dan memecahkan masalah-masalah yang terdapat di dalamnya hal ini sejalan dengan (AECT) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan dengan demikian pembelajaran efektif karena materi cepat tersampaikan melalui media yang digunakan, macam-macam media yang digunakan ialah seperti koran, majalah, silabsi, film, poster, spanduk, puzle dll.
Jelas sekali bahwa dalam penggunaan berbagai model/ media peran guru sangat besar untuk memahamkan siswa terhadap suatu konsep selain itu pembelajaran konsep yang baik tidak hanya dipelajari dengan kata-kata yang efeknya akan menimbulkan verbalisme dan bukan hanya pembawaan akan tetapi gunakan sebanyak mungkin belajar mengonsultasikan media contohnya media puzzle berdiskusi baik perorangan/ kelompok sehingga akan membantu guru untuk memahamkan siswa terhadap suatau konsep waktu yang selama ini memang lazim ditemui dalam kegiatan belajar mengajar IPS.
Sejalan dengan teori di atas bahwa memahamkan siswa terhadap sesuatu konsep belum dijajankan dengan optimal dan dari studi lapangan di SD Citaresmi ini teridentifikasi masalah-masalah belajar berhubungan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia adalah sebagai berikut.
1.                  Kegiatan pembelajaran IPS mengangai keragaman suku bangsa di Indonesia banyak diberikan dalam bentuk metode ceramah saja tanpa di dukung oleh metode dan media yang lebih mengembangkan siswa menangkap pelajaran.
2.                  Anak-anak sulut menyebutkan suku bangsa dan propinsinya dengan tepat.
3.                  Siswa tidak terlibat dalam pembelajaran aktif dikarenakan guru menggunakan media yang membuat siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran.
4.                  Kebiasaan membaca buku dan mengerjakan soal pada buku teks rupanya membuat siswa aktif semangat untuk mengerjakan.
5.                  Terdapat kubu-kubu kelompok pemisah yang menyebabkan menimbulkan konflik fisi dan non fisik.
6.                  Adanya perbedaan status sosial menyebabkan sebagian siswa merasa tidak percaya diri untuk bergaul dengan temanya yang beda tingkatan ekonomi yang lebih tinggi sehingga berefek pada kesiapan belajar siswa.
7.                  Jarang adanya interaksi guru dengan siswa lebih pada pengajar bagian pembentukan berupa aspek keterampilan siswa.
8.                  Hasil tes yang telah dilaksanakan setelah proses belajar mengajar dengan mengacu pada pengolahan data melalui skoring yang diolah kembali menjadi nilai dengan memperhatikan KKM di SD Caitaaresmi dengan km 60 dengan jumlah siswa 26 yang mampu mencapai ketuntasan KKM hanya 7 orang.
Dari paparan data di atas dapat dipahami bahwa memang benar konsep pembelajaran IPS belum dijalankan dengan optimal apalagi bila berkaitan dengan keinginan tujuan mendeskripsikannya,

D.    PERUMUSAN MASALAH DANPEMECAHANMASALAH
1.                  Perumusan Masalah
Dengan menelaah latar belakang perlunya dilakukan media pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan siswa mendeskripsikan keragaman suku bangsa di Indonesia dengan sesuai tersebut, dirasakan hal-hal sebagai berikut:
  1. Bagaimana perencanaan Media Puzle Tuansibang hingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi uang berkaitan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia dalam pembelajaran IPS?
  2. Bagaimana pelaksanaan tindakan menggunakan media Puzle Tuansubang sebagi upaya meningkatkan hasil belajar siswa terhadap keragaman suku bangsa dalam pembelajaran IPS
  3. Bagaimana peningkatan hasil belajar setelah pelaksanaan tindakan dengan menggunakan Puzle Tuansubang
2.                  Pemecahan Masalah
untuk mengatasi sulitnya siswa memahami bahkan mendeskripsikan konsep keragaman bagi anak usia sekolah dasar memang diperlukan adanya media atau metode yang sesuai dengan pernyataan tersebut. Maka muncullah suatu metode yang dianggap dapat menjadi salah satu kegiatan yang menarik serta mempermudah siswa memahami keragaman siku bangsa sesuai dengan provinsinya untuk kemudian mendeskripsikannya yaitu media puzle tuan subang. Selain sebagai upaya mengonkretkan bahan ajar, media ini menganga dirancang agar dapat pula dikembangkan ke dalam pembelajaran merangsang seluruh aspek kemampuan siswa terutama aspek afektif dan kognitifnya



E.     TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan pertanyaan yang terdapat dalam perumusan masalah sebelumnya maka penelitian ini
1.                  Dapat memperbaiki prosedur pembelajaran dan merencanakan penerapan Media Puzle Tuansibang sehingga dapat mengikatkan hasil belajar saya terhadap materi-materi yang berkaitan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia terhadap pembelajaran IPS
2.                  Dapat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Media Puzle Tuansuang sebagai upaya meningkatkan alhasil belajar terhadap materi yang berkaitan dengan keragaman siku bangsa di Indonesia dalam pembelajaran IPS
3.                  Dapat mengetahui berapa peningkatan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan tindakan dengan menggunakan Media Puzle Tuansubang

F.     MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi siswa
a.       memudahkan siswa menyerap dan mencerna bahan ajar karena materi yang diberikan dalam bentuk sederhana tetapi tidak melutut peserta didik terlalu banyak membayangkan atau menghafal sehingga meningkatkan kualitas berpikir.
b.      dapat memotivasi minat belajar karena pembelajaran dilaksanakan dengan cara baru dan dapat menarik sehingga siswa tidak jenuh.
c.       dapat dioptimalkan siswa aspek kepribadian siswa, baik afektif, kognitif, bahkan psikomotornya.
d.      dengan menggunakan Media Puzle Tuansubang memudahkan siswa dalam memahami  materi keragaman suku bangsa di Indonesia.

2.      Bagi Guru atau Pendidikan
a.       Memudahkan memberikan pemahaman materi ajar karena peserta didik lebih cepat mengerti jika dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah saja.
b.      Memberikan suasana baru dalam mengajar, sehingga bersama sama dengan peserta didik dapat meneciptakan suasana semangat dan bergairah
c.       Disadari atau tidak dapat mengembangkan keterampilan mengajar yang akhirnya dapat meningkatkan harkat dan martabat guru sebagai tenaga pendidik.
d.      Dapat meningkatkan profesionalisme dalam pembelajaran di kelas dan dapat memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan mengenai penggunaan media dengan menggunakan Puzle Tuansuban

3.  Bagi Sekolah
a.       Menjadikan tempat bernaung bagi peserta didik yang tanggap kritis dan memiliki wawasan pengetahuan yang berkembangkan
b.      Sebagai tempat bagi tenaga-tenaga pendidik yang kreatif dan inovatif sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan yang berkualitas yang pada gilirannya akan meningkatkan harkat dan martabat sekolah.

4.      Bagi Peneliti
a.       Kritis terhadap berbagai masalah yang muncul dalam dunia pendidikan serta mampu mencari solusi yang cocok diterapkan untuk mengatasi segala permasalahan tersebut sehingga diri menjadi terus termotivasi.
b.      Sebagai sarana pelatihan pembinaan untuk menghadapi berbagi masalah sesungguhnya yang kompleks kelak ketika menjadi tenaga pendidik yang profesional.
c.       Sebagai jalan mendapatkan peran di lingkungan pendidikan.

G.    ATASAN ISTILAH
1.      Media Pembelajaran
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi kepada penerima informasi (AECT) menatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan.
2.      Puzle
Puzlle adalah permainan acak gambar atau permainan bongkar pasang untuk mengasah atau melatih otak.
3.      Hasil belajar
Adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai pengertian-pengertian sikap-sikap apresiasi dan keterampilan
4.      profesional adalah orang yang ahli di bidangnya.
5.      motivasi adalah dorongan atau hasrat dari dalam diri seseorang.

H.    HIPOTESIS TINDAKAN
Pembelajaran IPS sebaiknya dikembangkan berdansakan kepada beberapa metode maupun media yang dianggap sesuai atau bahkan jika mungkin tepat, karena dalam pembelajaran IPS dituntut adanya pemahaman dan ingatan cukup kiat karena IPS sebagian besar adalah pembelajaran harus di hafal. Oleh karena itu di antaranya dibutuhkan sesuatu metode dan model yang pas, hingga dari sekian banyak materi yang harus dipahami dan diingat tersebut dibuat dalam bentuk lebih sederhana tetapi mudah untuk dipahami dan dimengerti tentunya bukan suatu pekerjaan yang mudah karena kecerdasan siswa usia sekolah dasar belum berkembang seperti orang dewasa
Puzle Tuansubang diharapkan dapat menjadi salah satu media yang sesuai itu memenuhi kebutuhan pembelajaran dalam rangka mengupayakan peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi keragaman suku bangsa di Indonesia di SD Citsremi. Jika penggunaannya media Puzle Tuansubang ini dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran IPS maka hasil belajar siswa terhadap materi keragaman suku bangsa di Indonesia meningkat.




I.       TENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
1.      Lokasi Dan Waktu Penelitian
a.       Lokasi dalam penelitian ini di SDN Citaresmi Desa Cilipung Kabupaten Sumedang. Diambil lokasi atau tempat ini pertimbangan diskolah tersebut cukup strategis terletak di daerah berkembang untuk menjadi sekolah yang bergantung termasuk upaya-upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
b.      subjek penelitian ini adalah siswa SDN Ciraresmi kelas desa Cilipung Kabupaten Sumedang pertimbangan penulis mengambil subjek penelitian tersebut di mana siswa SDN Citaresemi siswanya berjumlah 26 orang dirasa cukup ideal melaksanakan penelitian dengan memperhatikan macam kondisi karakteristik siswanya.
c.       lamanya tindakan waktu untuk melaksanakan tindakan pada pekan kedua Maret dan dijadwalkan selesai pada pekan kedua April dengan mempertimbangkan pelaksanaan ujian sehingga dapat dilihat berbagai pertimbangan perubahan yang terjadi setelah dilaksanakannya pembelajaran IPS menggunakan media Puzle Tuansubang.

2.      Metode Dan Desain Penelitian
a.       Metode Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian ini termasak jenis penelitian Action Reaserch (penelitian tindakan) di mana penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi yang belum ideal memecahkan segala kesulitan-kesulitan untuk mengarahkan kepada hasil yang optimal menurut Susilo at al (2009: Ganjar:20).
PTK dapat didefinisikan sebagi berikut proses investigasi terkendali yang berdaur ulang dan berupa reflektif mandiri yang dilakukan perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi. Kompetensi atau situasi pembelajaran.
b.      Desain Penelitian
berdasarkan model penelitian spiral Kemis dan Mc Tagart (Susilo e.t al.) yang menyatakan langkah-langkah pelaksanaan penelitian mencakup langkah
1)      Merumuskan masalah dan merencanakan tindakan.
2)      Melaksanakan tindakan pengamatan dan mentoring.
3)      Menjelaskan hasil pengamatan
4)      Mengubah dan merevisi perencanaan untuk pengembangannya
penelitian tindakan ini hanya satu siklus terdiri dari 4 langkah yaitu
  1. Perencanaan (Planing)
Tahap perencanaan merupakan tahap mempersiapkan segala keperluan yang mungkin dibutuhkan dan harus ada selama penelitian dilaksanakan tahap ini juga berbagai kendala memungkinkan terjadi persiapan segala antisipasinya
dari sumber Ayi Suherman (2010 Penelitian Pendidikan Bandung Bantura) tahap PTK meliputi
a.       Rencana : rencana tindakan apa yang akan dilaksanakan untuk memperbaiki meningkatkan atau perubahan prilaku sikap sebagai solusi.
b.       Tindakan : apa yang akan dilakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya pengikatan perbaikan/ perubahan yang diinginkan.
c.       Observasi mengamati atas hasil atau dampak tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa.
d.       Refleksi penelitian mengkaji, melihat dan memperhitungkan atas hasild atau dampak dari berbagai kriteria.

  1. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Pada tahap ini segala yang disiapkan pada tahap-tahap perencanaan dilaksanakan dengan kata ain merupakan realisasi dari apa yang dudai dipersiapkan pada tahap perencanaan
tahap pelaksanaan (akting) ini merupakan implementasi dari tahap perencanaan ditunjang dengan teori pendidik dengan dang metode mengajar jadi peran ganda guru di sini sebagai pelaksana pembelajaran dan sebagai peneliti aman saat yang sama guru melakikan observasi dan penelitian terhadap peserta didikannya jadi pada tahap ini jua berlangsung tahap observasi selanjutnya (Susila t al 209:34)

  1. Pengamatan (Observing)
Bersamaan dengan tahap tindakan data-data pelaksanaan tindakan dari rencana yang sudah dibuat serta dampaknya terhadap hasil pembelajaran di kumpulkan dengan instrumen sebagai alat bantu dengan mempertimbakan penggunaan berbagai jenis instrumen kepentingan triangilasi dada  Praboe (2001 ) menjalakan bahwa salah satu kegiatan penting adalah proses pembelajarnya adalah pengamatan (observasi).


  1. Refleksi (Reflekting)
Arikunto (2009:19) mengatakan ini inti dari penelitian tindakan yaitu ketika guru pelaku tindakan siapa mengatakan kepada peneliti pengamat tentang hal-hal yang dirasakan sudah berjalan baik dan bagaimana yang belum.
dengan refleksi yang akurat akan diperoleh masukan yang sangat berhafal pagi penelitian langkah selanjutnya. Penelitian dengan menggunakan Puzle ini dikarenakan berhasil jika hasil belajar siswa pada materi berkaitan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia menunjukkan hasil pembelajaran meningkatkan begitu juga dengan pengonkretan keragaman suku bangsa dan budaya nampak sehingga memudahkan siswa untuk mengembangkan kemampuan mendeskripsikan keragaman suku bangsa tertentu.

3.      Prosedur Penelitian
prosedur penelitian tindakan ini berbentuk sebuah siklus yang akan berangung lebih dari satu siklus atau lebih dari beberapa tindakan. Hal ini diketahui dengan dicapai sebagaimana telah didesain dalam penelitian tindakan
a.       Tahap Perencanaan Tindakan
1)      meminta izin dari kepala sekolah SDN Citaresmi
2)      observasi dan wawancara terhadap tenaga pengajar di SDN Citaresmi khususnya di kelas v untuk mendapatkan data awal kondisi terkait dengan proses langkah belajar mengajar
3)      satelah diperoleh gambaran umum tantang keadaan sekolah atau kelas beserta peserta didiknya maka selanjutnya adalah identifikasi masalah
4)      menentukan masalah dari hasil observasi wawancara dan membagikan n kuesioner kepada siswa terhadap kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran IPS.
5)      menentukan tindakan Media Puzle Tuansubang dalam pembelajaran ini.
6)      merancang dan menerapkan instrumen pengumpulan data pada setiap tahapan penelitian dengan menggunakan lembar observasi wawancara dan tes hasil belajar disesuaikan dengan karakteristik media yang akan diterakan.
b. Tahap pelaksanaan tindakan
tabel 1.1
Skenario Pembelajaran
KINERJA GURU
AKTIVITAS SISWA
1.      mengapersepsi materi
2.      menerangkan materi IPS keragaman suku bangsa di Indonesia
3.      menerangkan pemainan puzle suku bangsa dengan provinsinya dengan cemat
4.      bertanya kepada siswa sekiranya ada yang belum dipahami aturan jelas
5.      menyuruh siswa mendeskripsikan salah satu keragaman suku bangsa dan provinsinya
1.              memperhatikan pada guru menerangkan materi pelajaran
2.              mendeskripsikan beberapa keragaman suku bangsa pada puzle.
3.              memasangkan/ menjodohkan gambar suku bangsa dengan wilayah propinsinya dengan tepat
4.              siswa mendeskripsikan materi mengerjakan soal yang diberikan

b.      Tahap Evaluasi.
1)      memberikan evaluasi.
2)      mengadakan koreksi perbaikan/ remedial.
3)      guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
c.       Tahap Observasi
segala yang terjadi selama pelaksanaan tindakan yaitu penerapan Media Puzle dan pembelajaran IPS yang diamati. Baik itu kinerja guru/ aktivitas siswa melalui instrumen yang telah direncanakan dari observasi maka dapat diidentifikasi halal yang penting muncul selama pelaksanaan tindakan
Observasi merupakan pengamatan langsung menggunakan penglihatan, pencinta, pendegaran dan jika perlu pengen cepat dan setidaknya dalam penelitian anda mengundang setidaknya 3 observer dan dibuat data bentuk daftar chakc list (Maulana, 2009)

d.      Tahap Refleksi
Tahap ini merupakan pengkajian hasil daya yang telah diperoleh saat observasi oleh pratkikan dan pembimbing. Refleksi berguna untuk memberikan makna terhadap proses dan hasil perubahan yang telah dilakukan. Hasil dari replikasi yang ada dijadikan bahan pertimbangannya untuk membuat perencananya dalam siklus yang berkelanjutan sampai pembelajaran dinyatakan berhasil dan penelitian, karena menentukan refleksi akhir pembelajaran untuk mengevaluasi yang telah dilakukan apakah sudah mencari target ataukah belum sehingga dapat mendiskusikan hasil pelaksanaan dengan guru praktiskan dan rekan-rekan guru untuk menentukan langkah-langkah berikut,
adapun kegiatan refleksi dalam penelitian ini meliputi
  1. Mengecek kelengkapan data yang terjadi selama proses pembelajaran. Yang terdiri  dari data hasil pengamatan observasi kinerja guru aktivitas siswa dan pedoman wawancara serta hasil belajar siswa baik dalam menyebutkan keragaman suku bangsa di Indonesia maupun tes tertulis.
  2. Mendiskusikan hasil pengempulan data antara guru, peneliti dan kepala sekolah (pembimbing) berupa hasil nilai siswa hasil pengamatan catatan lapangan dan lain-lain.
  3. Penyusunan kembali rencana tindakan yang dirumuskan dalam skenario dalam pembelajaran mengacu pada hasil analisis data tindakan sebelumnya.

J.      INSTURMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Pedoman Wawancara
wawancara adalah suatu pengumpulan data fakta yang sering digunakan dalam hal yang diinginkan wawancara dilakukan untuk melengkapi atau menjelaskan maslah yang kurang terliput melalui observasi, wawancara berhasil apabila petunjuk diperhatikan.
1)      Bersifat simpatik beperhatian menjadi pendengar yang baik.
2)      Bersikap netral ( tidak mengungkap opini pribadi.
3)      Jangan tegang.
4)      Berilah dukungan bahwa pendapatnya itu penting dan ini bukan ujian (Wiriaatmaja, 2009).

  1. Lembar Observasi
Menurut Prabowo (2010) menjelaskan bahwa salah satu kegiatan penting dalam pembelajaran adalah observasi.
Observasi adalah salah satu alat pengumpulan data terpenting dalam penelitian tindakan kelas dengan menggunakan penglihatan penciuman pendengaran perabaan jika perlu pengecapan.
  1. Tes hasil belajar
Ini digunakan untuk mengetahui tercapainya indikator tujuan penelitian agar soal yang diperisapkan dapat menghasilkan bahan ulangan/ ukuran yang sahih dan handal maka dalam mempersiapkannya harus memenuhi langkah-langkah berikut:
1)      menentukan pokok bahasan yang diujikan,
2)      menyusun kisi-kisinya,
3)      menuliskan soalnya,
4)      merakit soal menjadi perangkat tes,
5)      menyusun pedoman perskoran,
6)      dalam (Djuanda Dkk 2009),

K.    DATA DAN SUMBER DATA
Data penelitian ini merupakan data kualitatif dan kuantitatif yang terkumpul dai berbagai instrumen penelitian yang diperoleh dari berbagai instrumen peneliti yang diperoleh dari hasil observasi wawancara dan tes yang dilaksanakan terhadap siswa kelas v SDN 1 Citaresmi kecamatan Sumedang selatan kabupaten Sumedang yang berkaitan dengan menyebutkan keragaman suku bangsa di Indonesia.
Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Citaremi Kecamatan Sumedang selatan kabupaten Sumedang.

L.     VALIDASI DATA
Validasi data merupakan instrumen untuk mengecek keabsahan data. Dapat pula diartikan sebagai derajat kedekatan hasil pengukuran dengan keadaan yang sebenarnya bukan masalah sama sekali benar atau seutuhnya salah hal ini juga menjadi awal dari penelitian ini.
Karena mengingat adanya kedekatan hasil pengukuran dengan kenyataan yang sesungguhnya seperti pada paparan di atas, maka penting sekali menentukan teknik yang sesuai dengan karakteristik instrumen keakuratan datanya.
Teknik validasi data yang akan digunakan penelitian ini mengacu pada  pendapat Hopkin (Wiriaatmadja) untuk mengetahui sebuah data dapat Menggunakan
a.           Triangulasi yakni memeriksa keberaan data yang diperoleh penelitian dengan membantingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra penelitian secara kolaboratif.
b.          Memeber chack yakni memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama kegiatan observasi atau wawancara dari nara sumber (guru , siswa kepala sekolah dan lain-lain) dengan cara mengonfirmasikannya dengan guru dan siswa melalui diskusi balikan pada setiap akhir tindakan kegiatan tersebut dimaksud untuk mengetahui ataukah keterangan informasi/ penjelasan itu tetap sifatnya/ tidak berubah sehingga dapat dipastikan keajegannya data itu terperiksa.
c.           Audit trail yakni mengecek kebenaran prosedur metode pengumpulan data dengan cara mendiskusikannya dengan pembimbing untuk memeriksa apakah PTK yang dilaksanakan sudah sesuai prosedur penelitian ilmiah yang dilakukan.
d.          Exspert opinion yaitu dengan meminta nasihat kepada pakar khususnya yang menguasai kajian penelitian yang sedang dilakukan adalah hal ini pakar yang dimaksudkan adalah pembimbing penelitian yang akan memeriksa semua kegiatan penelitian dan memberikan arahan-arahan terhadap maslah penelitian.











M.   DAFTAR PUSTAKA

Sagala, S. (2005). Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabet.

Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif Jakarta: Kencana Perenda Media Goup.

Bakri, S (2002) Strategi Belajar Mengajar Jakarta: PT Rineka Cipta.

Tim Penyusun Kamus. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka.

Djuanda, D M.Pd. dkk (2009) Model Pembelajaran di Sekolah Dasar. Sumedang.

Wriaaatmadja, R (2009). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Pt Remaja Rosda Karya.

Maulana, (2009) Memahami Hakikat Variabel dan Instrumen Penelitian Pendidikan dengan Benar Bandung:---------------


Suherman, A. (2010) Penelitian Pendidikan Bandung: CV Bintang Warkatika 

Saturday, April 18, 2015

Contoh Proposal Permohonan Bantuan Dana

Lampiran     :  -
Perihal         :  Permohonan Bantuan Dana


Kepada
Yth. Rektor Universitas Pendidikan Indonesia
Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Teriring salam dan do’a kami sampaikan semoga Bapak berada dalam lindungan Allah SWT dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar, Amin.

Dalam merealisasikan program kerja Himpunan Jurusan Pendidikan Geografi, maka kami bermaksud mengadakan kegiatan “Geography Invasion “,  yang akan dilaksanakan pada :
                        Hari                 : Senin-minggu
Tanggal           : 16 - 22 April 2007
Waktu              : Pukul 07.00 s.d. selesai
                        Tempat            : PKM

Untuk itu kami memohon kepada Bapak agar memberikan ijin untuk menggunakan Ruangan PKM sebagai tempat kegiatan Geography Invasion HMJP Geografi.
Demikian surat permohonan ini kami buat. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Ketua Pelaksana,           





Elsa Mustikasih

NIM. 044471

Sekretaris,






Linda Martian Y

NIM. 043931


                                                              Ketua HMJP Geografi,

                    
Ruslan Budiarto
NIM. 044555

Friday, April 17, 2015

METODE-METODE SEORANG GURU MENGAJAR

               Dalam menggunakan model mengajar sudah barang tentu guru yang tidak mengenal metode mengajar jangan diharap bisa melaksanakan proses belajar mengajar sebaik-baiknya. Untuk mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar-mengajar, di bawah ini disajikan pengertian, proses pelaksanaan kelemahan, dan kelebihan.
            Hal yang penting dalam metode ialah, bahwa setiap metode pembelajaran yang digunakan bertalian dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. Tujuan untuk mendidik anak agar sanggup memecahkan masalah-masalah dalam belajarnya, memerlukan metode yang lain. Oleh karena itu untuk mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar-mengajar, guru seharusnya mengerti akan fungsi, dan langkah-langkah pelaksanaan metode mengajar. Ada sejumlah metode-metode mengajar yang mungkin dapat dilakukan oleh guru antara lain sebagai berikut:

1.        Metode Ceramah
Ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dari guru kepada peserta didik. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu seperti gambar, dan audio visual lainnya. Biasanya penuturan lisan dari guru kepada peserta didik, ceramah juga sebagai kegiatan memberikan informasi dengan kata-kata.
Kelemahan dari metode ini:
§  Tidak dapat memberikan kesempatan untuk berdiskusi memecahkan masalah sehingga proses menyerap pengetahuannya kurang tajam.
§  Kurang memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengembangkan keberanian mengemukakan pendapatnya.
§  Pertanyaan lisan dalam ceramah kurang dapat ditangkap oleh pendengarnya, apalagi digunakan kata-kata asing.
§  Kurang cocok dengan tingkah laku kemampuan anak yangt masih kecil. Taraf berpikir anak masih berada dalam taraf yang kurang konkret.
Kelebihan dari metode ini:
§  Cocok digunakan jika jumlah khalayak cukup banyak.
§  Cocok dipakai jika guru akan memperkenalkan materi pelajaran baru.
§  Ceramah diselingi oleh penjelasan melalui gambar dan alat-alat visual lainya akan membangkitkan motivasi belajar dan memberi situasi belajar lebih menyenangkan.

2.        Metode Tanya-Jawab
Banyak yang dapat kita bicarakan mengenai teknik mengajar yang baik, antara lain teknik bertanya. Pertanyaan adalah pembangkit motivasi yang dapat merangsang peserta didik untuk berpikir. Melalui pertanyaan peserta didik didorong untuk mencari dan menemukan jawaban yang tepat dan memuaskan.
Proses yang dilakukan adalah dengan membaca, meneliti atau diskusi. Membaca informasi dari berbagai sumber adalah salah satu teknik untuk menemukan jawaban. Penelitian di laboratorium, di lapangan, di musium, atau di tempat-tempat sumber belajar lainnya juga memerlukan cara untuk menemukan jawaban.
Kelemahan dari metode ini:
§  Adanya rasa putus asa atas pertanyaan yang diberikan jika pertanyaan itu sulit.
§  Terkadang pertanyaan tidak mudah dipahami.
Kelebihan dari metode ini:
§  Dapat membangkitkan aktivitas kegiatan belajar yang sesungguhnya.
§  Dapat membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan melalui kegiatan belajar.

3.        Metode Diskusi
Diskusi adalah percakapan ilmiah yang responsif berisikan pertukaran pendapat yang dijalin dengan pertanyaan-pertanyaan problemats pemunculan ide-ide dan pengujian ide-ide ataupun pendapat dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok itu yang diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalahnya dan untuk mencari kebenaran.
Proses yang dilakukan adalah dalam diskusi selalu ada suatu pokok yang dibicarakan. Dalam percakapan itu diharapkan para pembicara tidak menyimpang dari pokok pembicaraan. Mereka harus senantiasa kembali kepada pokok masalahnya. Pada hakikatnya diskusi berdeda dengan percakapan, situasi lebih santai kadang diselingi dengan humor. Dalam diskusi, semua anggota turut berpikir dan diperlukan disiplin yang ketat.
Kelemahan dari metode ini:
§  Diskusi terlampau menyerap waktu.
§  Pada umumnya peserta didik tidak berlatih untuk melakukan diskusi dan menggunakan waktu diskusi dengan baik, maka kecenderungannya mereka tidak sanggup berdiskusi.
§  Kadang-kadang guru tidak memahami cara-cara melaksanakan diskusi, maka kecenderungnya diskusi menjadi tanya jawab.
Kelebihan dari metode ini:
§  Peserta didik memperoleh kesempatan untuk berpikir.
§  Peserta didik mendapat pelatihan mengeluarkan pendapat, sikap dan aspirasinya secara bebas.
§  Peserta didik belajar bersikap toleran terhadap teman-temannya.
§  Diskusi dapat menumbuhkan partisipasi aktif dikalangan peserta didik.
§  Dengan diskusi, pelajaran menjadi relevan dengan kebutuhan masyarakat.

4.        Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan yang paling sederhana dibandingkan dengan metode-metode mengajar lainnya. Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya.
Proses yang dilakukan adalah mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan atau suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Untuk mempertunjukan gerakan-gerakan suatu proses dengan prosedur yang benar disertai keterangan-keterangan.
Kelemahan dari metode ini:
§  Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik dapat melihat atau mengamati keseluruhan benda atau peristiwa yang didemonstrasikan, kadang-kadang terjadi perubahan yang tidak terkontrol.
§  Susah mencari alat-alat untuk didemonstrasikan.
§  Tidak semua hal dapat didemonstrasikan didepan kelas.
§  Memerlukan banyak waktu.
Kelebihan dari metode ini:
§  Perhatian peserta didik dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
§  Dapat membimbing peserta didik ke arah berpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
§  Ekonomis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu yang panjang dapat diperhatikan melalui demostrasi dengan waktu yang pendek..
§  Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan.
§  Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.

5.        Metode Sosiodrama
Sosiodrama (role playing) berasal dari kata sosio dan drama. Sosio berarti sosial menunju pada objeknya yaitu masyarakat menunjukkan pada kegiatan-kegiatan sosial, dan drama berarti mempertunjukkan, mempertontonkan atau memperlihatkan. Sedangkan metode sosiodrama berarti cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukan dan mempertontonkan atau mendramatisasikan cara tingkah laku dalam hubungan sosial. Jadi sosiodrama ialah metode mengajar yang dalam pelaksanaannya peserta didik mendapat tugas dari guru untuk mendramatisasikan suatu situasi sosial yang mengandung suatu problem, agar peserta didik dapat memecahkan suatu masalah yang muncul dari suatu situasi sosial.
Kelemahan dari metode ini:
§  Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang aktif.
§  Banyak memakan waktu.
§  Memerlukan tempat yang cukup luas.
§  Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan.
Kelebihan dari metode ini:
§  Melatih peserta didik untuk melatih, memahami, dan mengingat bahan yang akan didramakan.
§  Peserta didik terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif.
§  Kerja sama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya.
§  Bahasa lisan peserta didik dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain.

6.        Metode Karyawisata
Karyawisata (field trip) ialah pesiar (ekskursi) yang dilakukan oleh para peserta didik untuk melengkapi pengalaman belajar tertentu dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Dengan karyawisata sebagai proses metode belajar mengajar, anak didik dibawah bimbingan guru mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan maksud untuk belajar. Berbeda halnya dengan tamasya dimana manusia terutama pergi untuk mencari liburan, dengan karya wisata manusia diikat oleh tujuan dan tugas belajar.
Kelemahan dari metode ini:
§  Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
§  Jika karyawisata sering dilakukan akan mengganggu kelancaran rencana pelajaran.
§  Kadang-kadang mendapat kesulitan dalam bidang pengangkutan.
§  Jika tempat yang dikunjungi sukar diamati.
§  Memerlukan pengawasan yang ketat.
§  Memerlukan biaya yang relatif tinggi.
Kelebihan dari metode ini:
§  Anak didik dapat mengamati kenyataan-kenyataan yang beraneka ragam dari dekat.
§  Anak didik dapat menghayati pengalaman-pengalaman baru dengan mencoba turut serta di dalam suatu kegiatan.
§  Anak didik dapat menjawab masalah-masalah atau pertanyaan-pertanyaaan dengan melihat, mendengar, mencoba dan membuktikan secara langsung.
§  Anak didik memperoleh informasi dengan jalan mengadakan wawancara atau mendengarkan ceramah yang diberikan.

7.        Metode Kerja Kelompok
Istilah kerja kelompok dipakai merangkum pengertian dimana anak didik dalam satu kelompok dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri. Untuk mencari satu tujuan pelajaran yang tentu dengan bergotong royong. Metode kerja kelompok atau bekarja dalam situasi kelompok, mengandung pengertian bahwa siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri, ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil atau sub-sub kelompok.
Kelompok bisa dibuat berdasarkan perbedaan individual dalam kemampuan belajar, perbedaan minat dan bakat belajar, jenis kegiatan, wilayah tempat tinggal, random, dan sebagainya.
Kelemahan dari metode ini:
§  Segi penyusunan kelompok; (a) sulit untuk membuat kelompok yang homogen, baik inteligensi, bakat dan minat, atau daerah tempat tinggal. (b) murid-murid yang oleh guru telah dianggap homogen sering tidak merasa cocok dengan anggota kelompoknya itu. (c) pengetahuan guru tentang pengelompokan itu kadang-kadang masih belum mencukupi.
§  Segi kerja kelompok; (a) pemimpin kelompok kadang-kadang sukar untuk memberikan pengertian kepada anggota, sulit untuk menjelaskan dan mengadakan pembagian kerja. (b) anggota kadang-kadang tidak mematuhi tugas-tugas yang diberikan oleh pemimpin kelompok. (c) dalam belajar bersama kadang-kadang tidak terkendali sehingga menyimpang dari rencana yang berlarut-larut.
Kelebihan dari metode ini:
§  Membiasakan siswa bekerja sama menurut paham demokrasi.
§  Kesadaran akan adanya kelompok menimbulkan rasa kompetitif yang sehat sehingga membangkitkan kemauan belajar.
§  Guru tidak perlu mengawasi masing-masing murid secara individu.
§  Melatih ketua kelompok menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan membiasakan anggota-anggotanya untuk melaksanakan tugas kewajiban sebagai warga yang patuh pada aturan.

8.        Metode Latihan
Metode latihan (drill) atau metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan. Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari.
Kelemahan dari metode ini:
§  Dapat menghambat bakat dan inisiatif murid.
§  Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan membosankan.
§  Membentuk kebiasaan yang kaku.
§  Dapat menimbulkan verbalisme karena murid-murid lebih banyak dilatih menghapal soal-soal dan menjawabnya secara otomatis.
Kelebihan dari metode ini:
§  Pembentukan kebiasaan akan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
§  Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak konsentrasi dalam pelaksanaannya.
§  Pembentukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit menjadi otomatis.

9.        Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas dan resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus di pertanggungjawabkannya.
Tugas yang diberikan oleh guru dapat memperdalam bahan pelajaran, dan dapat pula mengecek bahan yang telah dipelajari. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.
Kelemahan dari metode ini:
§  Seringkali siswa melakukan penipuan diri dimana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain.
§  Adakalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
Kelebihan dari metode ini:
§  Pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar.
§  Mereka berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri.
§  Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari.
§  Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.

10.    Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri sesuatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari.
Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek, keadaan atau proses sesuatu.
Kelemahan dari metode ini:
§  Pelaksanaan metode ini sering memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan murah.
§  Setiap eksperimen tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
§  Sangat menuntut penguasaan perkembangan materi, fasilitas perlatan dan bahan mutakhir.
Kelebihan dari metode ini:
§  Dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri.
§  Dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksploratoris tentang sains dan teknologi.
§  Metode ini didukung oleh asas-asas didaktik modern.