Monday, May 18, 2015

10 Top Tourist Attractions in Indonesia

10.Lake Toba
Lake Toba on the island of Sumatra is an immense volcanic lake about 100 kilometers long and 30 kilometers wide. Formed by a gigantic volcanic eruption some 70,000 years ago, it is the largest resurgent caldera on Earth. Genetic estimates suggests that there were only a few thousand humans that survived the catastrophe. The island in the middle – Pulau Samosir – is the largest island within an island and contains two lakes. Besides visiting “a lake on an island within a lake on an island” tourist also come here to kick back and relax and swim in the volcanically warmed waters.

9.Tanjung Puting
 The Tanjung Puting National Park is located on the island of Borneo in the Indonesian province of Central Kalimantan. The park is a popular ecotourism destination, with many local tour companies offering multi-day boat tours to view wildlife and visit the research centers. Wildlife include gibbons, macaques, clouded leopards, sun bears, pythons, crocodiles and – most famously – orangutans. Unfortunately the park is heavily threatened by illegal logging and forest clearing for agricultural uses.

8.Baliem Valley
The Baliem Valley in the highlands of Western New Guinea offers a glimpse into what was recently a stone-age world. The valley was not known to the outside world until 1938 when an aerial reconnaissance flight southwards from Hollandia (now Jayapura) discovered a large agricultural population. Wamena is the starting point for most visitors who come nowadays to marvel at the mountain views, roaring rivers, tribal villages and at the tough but sweet spirit of the warm Dani people.

7.Mount Bromo
Gunung Bromo is an active volcano and part of the Tengger massif, in East Java. At 2,329 meters (7,641 feet) it is not the highest peak of the massif, but it is the most well known. The area is one of the most visited tourist attractions in Indonesia and Java. The top of the volcano has been blown off and the crater inside constantly belches white smoke. It is surrounded by the Sea of Sand of fine volcanic sand. The overall effect is unsettlingly unearthly.

6.Bunaken
Located at the north of the island of Sulawesi, Bunaken is one of Indonesia’s most famous dive and snorkeling areas. The island is part of the Bunaken Marine Park where you can see more than 70% of all fish species that live in the western Pacific ocean. The best time for diving in Bunaken is between the months of April and November.

5.Torajaland
Torajaland (Tana Toraja) is a highland region of South Sulawesi, home of the Toraja people. Torajans are famous for their massive peaked-roof houses known as tongkonan and spectacular but gruesome funeral rites. After a person’s death, the body is kept – often for several years – until the actual funeral ceremony which can last for several days. The deceased is then finally buried in a small cave or in a hollow tree.

4.Gili Islands
Lombok’s most popular tourist destination, the Gili Islands are an archipelago of three small islands: Gili Trawangan, Gili Meno and Gili Air. The islands are very relaxed and laid-back, with countless little beachside cafes still playing reggae and no cars or motorbikes to disturb the peace. Note that the name “Gili Islands” is rather redundant as gili simply means “small island” in Sasak and there are many other islands around the coast of Lombok with Gili in their names.
Where to Stay in Gili Islands

3.Komodo National Park
The Komodo National Park is a national park located within the Lesser Sunda Islands that includes the three larger islands Komodo, Padar and Rincah, and 26 smaller ones. The park is named after the Komodo Dragon, the world’s largest living reptile that can reach 3 meters or more in length and weigh over 70kg. Although Komodo dragons eat mostly carcass of dead animals, they are formidable predators and will also hunt prey including birds, and mammals. Attacks against humans are very rare.

2.Borobudur
Located 40 km (25 miles) northwest of Yogyakarta on Java, the Borobudur is the one of the most famous Buddhist temple in the world. The Borobudur was built over a period of some 75 years in the 8th and 9th centuries by the kingdom of Sailendra, out of an estimated 2 million blocks of stone. It was abandoned in the 14th century for reasons that still remain a mystery and for centuries lay hidden in the jungle under layers of volcanic ash. Today it is one of the most popular tourist attractions in Indonesia.

1.Bali

Bali is one of the world’s most popular island destinations and one which consistently wins travel awards. The varied landscape, rugged coastlines, tropical beaches, lush rice terraces and volcanic hillsides all provide a picturesque backdrop to its colorful, deeply spiritual and unique Hindu culture. The combination of friendly people, a magnificently visual culture infused with spirituality and spectacular beaches with great surfing and diving have made Bali the unrivaled number one tourist attraction in Indonesia.

Monday, April 20, 2015

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN

PROPOSAL
A.    JUDUL PENELITIAN
Judul penelitian ini adalah Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Terhadap Materi Keragaman Suku Bangsa di Indonesia di Kelas V SDN Citaresmi Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang.

B.     BIDANG KAJIAN
Bidang kajian yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas yaitu mengenai media pembelajaran yaitu dengan penggunaan Media Puzle untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi keragaman suku bangsa di Indonesia.

C.    PENDAHULUAN
Proses belajar mengajar adalah membantu seseorang untuk mempelajari sesuatu. Artinya seorang yang sedang belajar harus dibantu oleh serang pengajar karena dalam proses belajar mengajar ini tidak selalu berjalan mulus sebagaimana mestinya, terkadang ditemui berbagai masalah yang merupakan tantangan dari tercapainya keinginan untuk dapat mempelajari dan menguasai sesuatu tertentu melalui sejumlah mata pelajaran tertentu.
Masalah dalam kegiatan belajar mengajar ini juga berlaku terhadap pengajar-pengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sudah dinyatakan bahwa IPS sendiri tidak bisa dilepaskan dan berkaitan erat dengan maslah masalah sosial atau dengan kata lain dikatakan sebagai studi sosial. Karena IPS mempelajari di antaranya gejala-gejala di lingkungan sosial dapat terjadi mengkaji sikap yang tepat dalam mengatasi gejala-gejala yang terjadi tersebut.
Depdikbud (1999) menyebutkan bahwa: Tujuan utama program pendidikan tersebut merupakan peserta didik sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang baik dan memberi dasar pengetahuan masing-masingnya untuk kelanjutan pendidikan di atasnya.
Visi pendidikan IPS yaitu sebagai program pendidikan yang menitikberatkan pada pengembangan individu siswa sebagai aktor sosial yang mampu mengambil Keputusan yang benar dan sebagi warga negara yang cadas memiliki komitmen, bertanggung jawab, dan partisipatif.
Misi IPS yaitu memanfaatkan konsep, prinsip dan metode-metode ilmu sosial yaitu memanfaatkan konsep prinsip, metode-metode, ilmu-ilmu sosial, dan bidang keilmuan untuk mengembangkan karakter aktor sosial dan warga negara yang baik.
Pembelajaran IPS yang dilakukan seorang guru kebanyakan hanya melakukan transfer ilmu saja, di mana guru sebagai sumber informasi dan anak sebagai pendengar setia degan didik dan mengerjakan pertanyaan saja. Kebanyakan yang digunakan oleh seseorang guru dalam pembelajaran IPS hanya menggunakan metode ceramah saja. Penggunaan metode ini membuat siswa menjadi pasif. Seorang siswa berperan sebagai penerima ilmu saja tanpa lepas sampai ke akar permasalahan sehingga anak tidak bisa berpikir akibat dibiasakan hanya saja menerimaimu saja tanpa pengembangan dari ilmu tersebut sehingga anak tersebut tidak bisa berpikir kritis.
Dengan demikian seorang guru tidak dikatakan salah menggunakan metode ceramah dan bukan berarti metode ini harus dihentikan, akan tetapi ditunjang dengan penggunaan model-model, media pembelajaran agar lebih besar manfaatnya dan pembelajaran akan lebih bermakna dan waktu kita gunakan metode akan lebih serasi sehingga metode ceramah akan lebih besar manfaatnya dan perlu digunakan. Pada permulaan berlangsung guru menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi ajar. Guru yang pandai tentunya dapat memikat perhatian peserta didik bahkan merangsang mereka untuk berpikir.
Menurut Piaget (Dril, 1980:98, Budiman2006:106 Moh Ganjar:3) “Adalah benar bahwa pembelajaran tidak harus berpusat pada guru, tetapi anak harus aktif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekuensinya materi yang dipelajari harus menarik minat belajar peserta didik dan menantang sehingga mereka asyik dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Kita simpulkan bahwa sangat dibutuhkan suatu bentuk pembelajaran lebih kreatif, inovatif, dan kreatif yang dilakukan dengan konsisten dengan memperhatikan adanya interaksi-interaksi belajar sehingga segala aspek kemampuan siswa dapat berkembangkan dengan optimal. Pembelajaran ilmu dengan bentuk-bentuk perkembangan model yang telah dirancang para ahli dapat menolong guru agar benar-benar tidak tergantung model yang telah dirancang ahli dapat menolong guru agar benar-benar tidak tergantung pada satu metode saja yaitu ceramah, dalam kaitannya dengan mengajar IPS guru dapat mengembangkan model pengajaran yang dimaksud sebagai upaya mempengaruhi perubahan yang baik dalam prilaku siswa tujuannya adalah untuk membantu guru meningkatkan kemampuannya untuk lebih mengenal siswa dan menciptakan lingkungan yang lebih bervariasi bagi kepentingan siswa belajar. Perencanaan pembelajaran sangat penting membantu agar siswa mengkreasi menata dan mengorganisasi pembelajaran sehingga memungkinkan peristiwa belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan belajar tepat sasaran baik materi waktu pembelajaran.
Media pembelajaran dapat diterapkan pada bidang studi hendaknya dikemas sesuai dengan hakiki pendidikan bidang studi tersebut. Namun secara filosofis tujuan pembelajaran untuk memfasilitasi siswa pemenuhan dan pengembangan suasana belajar, sehingga mampu melakukan oleh pikir, rasa dan raga dalam memecahkan masalah kehidupan di dunia nyata.
Menurut Gagne mengertikan bahwa media sebagai jenis komponen dalam tingkatan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Berbagai kesimpulan dalam pembelajaran IPS selain mengajarkan sikap minat nilai-nilai, bagaimana proses berpikir yang tidak kalah penting dalam proses pembelajaran IPS mengajari bagaimana memahami dengan menggunakan media pembelajaran siswa untuk belajar yakni tuntut berperan aktif dalam proses pembelajaran karena media sebagai penyaluran bakat minat pesan siswa guna mencapai tujuan pengajaran. Jadi jelas media pembelajaran  sangat diperlukan untuk memicu proses belajar secara efektif guna tercapai tujuan pembelajaran dan memecahkan masalah-masalah yang terdapat di dalamnya hal ini sejalan dengan (AECT) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan dengan demikian pembelajaran efektif karena materi cepat tersampaikan melalui media yang digunakan, macam-macam media yang digunakan ialah seperti koran, majalah, silabsi, film, poster, spanduk, puzle dll.
Jelas sekali bahwa dalam penggunaan berbagai model/ media peran guru sangat besar untuk memahamkan siswa terhadap suatu konsep selain itu pembelajaran konsep yang baik tidak hanya dipelajari dengan kata-kata yang efeknya akan menimbulkan verbalisme dan bukan hanya pembawaan akan tetapi gunakan sebanyak mungkin belajar mengonsultasikan media contohnya media puzzle berdiskusi baik perorangan/ kelompok sehingga akan membantu guru untuk memahamkan siswa terhadap suatau konsep waktu yang selama ini memang lazim ditemui dalam kegiatan belajar mengajar IPS.
Sejalan dengan teori di atas bahwa memahamkan siswa terhadap sesuatu konsep belum dijajankan dengan optimal dan dari studi lapangan di SD Citaresmi ini teridentifikasi masalah-masalah belajar berhubungan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia adalah sebagai berikut.
1.                  Kegiatan pembelajaran IPS mengangai keragaman suku bangsa di Indonesia banyak diberikan dalam bentuk metode ceramah saja tanpa di dukung oleh metode dan media yang lebih mengembangkan siswa menangkap pelajaran.
2.                  Anak-anak sulut menyebutkan suku bangsa dan propinsinya dengan tepat.
3.                  Siswa tidak terlibat dalam pembelajaran aktif dikarenakan guru menggunakan media yang membuat siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran.
4.                  Kebiasaan membaca buku dan mengerjakan soal pada buku teks rupanya membuat siswa aktif semangat untuk mengerjakan.
5.                  Terdapat kubu-kubu kelompok pemisah yang menyebabkan menimbulkan konflik fisi dan non fisik.
6.                  Adanya perbedaan status sosial menyebabkan sebagian siswa merasa tidak percaya diri untuk bergaul dengan temanya yang beda tingkatan ekonomi yang lebih tinggi sehingga berefek pada kesiapan belajar siswa.
7.                  Jarang adanya interaksi guru dengan siswa lebih pada pengajar bagian pembentukan berupa aspek keterampilan siswa.
8.                  Hasil tes yang telah dilaksanakan setelah proses belajar mengajar dengan mengacu pada pengolahan data melalui skoring yang diolah kembali menjadi nilai dengan memperhatikan KKM di SD Caitaaresmi dengan km 60 dengan jumlah siswa 26 yang mampu mencapai ketuntasan KKM hanya 7 orang.
Dari paparan data di atas dapat dipahami bahwa memang benar konsep pembelajaran IPS belum dijalankan dengan optimal apalagi bila berkaitan dengan keinginan tujuan mendeskripsikannya,

D.    PERUMUSAN MASALAH DANPEMECAHANMASALAH
1.                  Perumusan Masalah
Dengan menelaah latar belakang perlunya dilakukan media pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan siswa mendeskripsikan keragaman suku bangsa di Indonesia dengan sesuai tersebut, dirasakan hal-hal sebagai berikut:
  1. Bagaimana perencanaan Media Puzle Tuansibang hingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi uang berkaitan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia dalam pembelajaran IPS?
  2. Bagaimana pelaksanaan tindakan menggunakan media Puzle Tuansubang sebagi upaya meningkatkan hasil belajar siswa terhadap keragaman suku bangsa dalam pembelajaran IPS
  3. Bagaimana peningkatan hasil belajar setelah pelaksanaan tindakan dengan menggunakan Puzle Tuansubang
2.                  Pemecahan Masalah
untuk mengatasi sulitnya siswa memahami bahkan mendeskripsikan konsep keragaman bagi anak usia sekolah dasar memang diperlukan adanya media atau metode yang sesuai dengan pernyataan tersebut. Maka muncullah suatu metode yang dianggap dapat menjadi salah satu kegiatan yang menarik serta mempermudah siswa memahami keragaman siku bangsa sesuai dengan provinsinya untuk kemudian mendeskripsikannya yaitu media puzle tuan subang. Selain sebagai upaya mengonkretkan bahan ajar, media ini menganga dirancang agar dapat pula dikembangkan ke dalam pembelajaran merangsang seluruh aspek kemampuan siswa terutama aspek afektif dan kognitifnya



E.     TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan pertanyaan yang terdapat dalam perumusan masalah sebelumnya maka penelitian ini
1.                  Dapat memperbaiki prosedur pembelajaran dan merencanakan penerapan Media Puzle Tuansibang sehingga dapat mengikatkan hasil belajar saya terhadap materi-materi yang berkaitan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia terhadap pembelajaran IPS
2.                  Dapat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Media Puzle Tuansuang sebagai upaya meningkatkan alhasil belajar terhadap materi yang berkaitan dengan keragaman siku bangsa di Indonesia dalam pembelajaran IPS
3.                  Dapat mengetahui berapa peningkatan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan tindakan dengan menggunakan Media Puzle Tuansubang

F.     MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi siswa
a.       memudahkan siswa menyerap dan mencerna bahan ajar karena materi yang diberikan dalam bentuk sederhana tetapi tidak melutut peserta didik terlalu banyak membayangkan atau menghafal sehingga meningkatkan kualitas berpikir.
b.      dapat memotivasi minat belajar karena pembelajaran dilaksanakan dengan cara baru dan dapat menarik sehingga siswa tidak jenuh.
c.       dapat dioptimalkan siswa aspek kepribadian siswa, baik afektif, kognitif, bahkan psikomotornya.
d.      dengan menggunakan Media Puzle Tuansubang memudahkan siswa dalam memahami  materi keragaman suku bangsa di Indonesia.

2.      Bagi Guru atau Pendidikan
a.       Memudahkan memberikan pemahaman materi ajar karena peserta didik lebih cepat mengerti jika dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah saja.
b.      Memberikan suasana baru dalam mengajar, sehingga bersama sama dengan peserta didik dapat meneciptakan suasana semangat dan bergairah
c.       Disadari atau tidak dapat mengembangkan keterampilan mengajar yang akhirnya dapat meningkatkan harkat dan martabat guru sebagai tenaga pendidik.
d.      Dapat meningkatkan profesionalisme dalam pembelajaran di kelas dan dapat memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan mengenai penggunaan media dengan menggunakan Puzle Tuansuban

3.  Bagi Sekolah
a.       Menjadikan tempat bernaung bagi peserta didik yang tanggap kritis dan memiliki wawasan pengetahuan yang berkembangkan
b.      Sebagai tempat bagi tenaga-tenaga pendidik yang kreatif dan inovatif sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan yang berkualitas yang pada gilirannya akan meningkatkan harkat dan martabat sekolah.

4.      Bagi Peneliti
a.       Kritis terhadap berbagai masalah yang muncul dalam dunia pendidikan serta mampu mencari solusi yang cocok diterapkan untuk mengatasi segala permasalahan tersebut sehingga diri menjadi terus termotivasi.
b.      Sebagai sarana pelatihan pembinaan untuk menghadapi berbagi masalah sesungguhnya yang kompleks kelak ketika menjadi tenaga pendidik yang profesional.
c.       Sebagai jalan mendapatkan peran di lingkungan pendidikan.

G.    ATASAN ISTILAH
1.      Media Pembelajaran
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi kepada penerima informasi (AECT) menatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan.
2.      Puzle
Puzlle adalah permainan acak gambar atau permainan bongkar pasang untuk mengasah atau melatih otak.
3.      Hasil belajar
Adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai pengertian-pengertian sikap-sikap apresiasi dan keterampilan
4.      profesional adalah orang yang ahli di bidangnya.
5.      motivasi adalah dorongan atau hasrat dari dalam diri seseorang.

H.    HIPOTESIS TINDAKAN
Pembelajaran IPS sebaiknya dikembangkan berdansakan kepada beberapa metode maupun media yang dianggap sesuai atau bahkan jika mungkin tepat, karena dalam pembelajaran IPS dituntut adanya pemahaman dan ingatan cukup kiat karena IPS sebagian besar adalah pembelajaran harus di hafal. Oleh karena itu di antaranya dibutuhkan sesuatu metode dan model yang pas, hingga dari sekian banyak materi yang harus dipahami dan diingat tersebut dibuat dalam bentuk lebih sederhana tetapi mudah untuk dipahami dan dimengerti tentunya bukan suatu pekerjaan yang mudah karena kecerdasan siswa usia sekolah dasar belum berkembang seperti orang dewasa
Puzle Tuansubang diharapkan dapat menjadi salah satu media yang sesuai itu memenuhi kebutuhan pembelajaran dalam rangka mengupayakan peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi keragaman suku bangsa di Indonesia di SD Citsremi. Jika penggunaannya media Puzle Tuansubang ini dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran IPS maka hasil belajar siswa terhadap materi keragaman suku bangsa di Indonesia meningkat.




I.       TENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
1.      Lokasi Dan Waktu Penelitian
a.       Lokasi dalam penelitian ini di SDN Citaresmi Desa Cilipung Kabupaten Sumedang. Diambil lokasi atau tempat ini pertimbangan diskolah tersebut cukup strategis terletak di daerah berkembang untuk menjadi sekolah yang bergantung termasuk upaya-upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
b.      subjek penelitian ini adalah siswa SDN Ciraresmi kelas desa Cilipung Kabupaten Sumedang pertimbangan penulis mengambil subjek penelitian tersebut di mana siswa SDN Citaresemi siswanya berjumlah 26 orang dirasa cukup ideal melaksanakan penelitian dengan memperhatikan macam kondisi karakteristik siswanya.
c.       lamanya tindakan waktu untuk melaksanakan tindakan pada pekan kedua Maret dan dijadwalkan selesai pada pekan kedua April dengan mempertimbangkan pelaksanaan ujian sehingga dapat dilihat berbagai pertimbangan perubahan yang terjadi setelah dilaksanakannya pembelajaran IPS menggunakan media Puzle Tuansubang.

2.      Metode Dan Desain Penelitian
a.       Metode Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian ini termasak jenis penelitian Action Reaserch (penelitian tindakan) di mana penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi yang belum ideal memecahkan segala kesulitan-kesulitan untuk mengarahkan kepada hasil yang optimal menurut Susilo at al (2009: Ganjar:20).
PTK dapat didefinisikan sebagi berikut proses investigasi terkendali yang berdaur ulang dan berupa reflektif mandiri yang dilakukan perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi. Kompetensi atau situasi pembelajaran.
b.      Desain Penelitian
berdasarkan model penelitian spiral Kemis dan Mc Tagart (Susilo e.t al.) yang menyatakan langkah-langkah pelaksanaan penelitian mencakup langkah
1)      Merumuskan masalah dan merencanakan tindakan.
2)      Melaksanakan tindakan pengamatan dan mentoring.
3)      Menjelaskan hasil pengamatan
4)      Mengubah dan merevisi perencanaan untuk pengembangannya
penelitian tindakan ini hanya satu siklus terdiri dari 4 langkah yaitu
  1. Perencanaan (Planing)
Tahap perencanaan merupakan tahap mempersiapkan segala keperluan yang mungkin dibutuhkan dan harus ada selama penelitian dilaksanakan tahap ini juga berbagai kendala memungkinkan terjadi persiapan segala antisipasinya
dari sumber Ayi Suherman (2010 Penelitian Pendidikan Bandung Bantura) tahap PTK meliputi
a.       Rencana : rencana tindakan apa yang akan dilaksanakan untuk memperbaiki meningkatkan atau perubahan prilaku sikap sebagai solusi.
b.       Tindakan : apa yang akan dilakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya pengikatan perbaikan/ perubahan yang diinginkan.
c.       Observasi mengamati atas hasil atau dampak tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa.
d.       Refleksi penelitian mengkaji, melihat dan memperhitungkan atas hasild atau dampak dari berbagai kriteria.

  1. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Pada tahap ini segala yang disiapkan pada tahap-tahap perencanaan dilaksanakan dengan kata ain merupakan realisasi dari apa yang dudai dipersiapkan pada tahap perencanaan
tahap pelaksanaan (akting) ini merupakan implementasi dari tahap perencanaan ditunjang dengan teori pendidik dengan dang metode mengajar jadi peran ganda guru di sini sebagai pelaksana pembelajaran dan sebagai peneliti aman saat yang sama guru melakikan observasi dan penelitian terhadap peserta didikannya jadi pada tahap ini jua berlangsung tahap observasi selanjutnya (Susila t al 209:34)

  1. Pengamatan (Observing)
Bersamaan dengan tahap tindakan data-data pelaksanaan tindakan dari rencana yang sudah dibuat serta dampaknya terhadap hasil pembelajaran di kumpulkan dengan instrumen sebagai alat bantu dengan mempertimbakan penggunaan berbagai jenis instrumen kepentingan triangilasi dada  Praboe (2001 ) menjalakan bahwa salah satu kegiatan penting adalah proses pembelajarnya adalah pengamatan (observasi).


  1. Refleksi (Reflekting)
Arikunto (2009:19) mengatakan ini inti dari penelitian tindakan yaitu ketika guru pelaku tindakan siapa mengatakan kepada peneliti pengamat tentang hal-hal yang dirasakan sudah berjalan baik dan bagaimana yang belum.
dengan refleksi yang akurat akan diperoleh masukan yang sangat berhafal pagi penelitian langkah selanjutnya. Penelitian dengan menggunakan Puzle ini dikarenakan berhasil jika hasil belajar siswa pada materi berkaitan dengan keragaman suku bangsa di Indonesia menunjukkan hasil pembelajaran meningkatkan begitu juga dengan pengonkretan keragaman suku bangsa dan budaya nampak sehingga memudahkan siswa untuk mengembangkan kemampuan mendeskripsikan keragaman suku bangsa tertentu.

3.      Prosedur Penelitian
prosedur penelitian tindakan ini berbentuk sebuah siklus yang akan berangung lebih dari satu siklus atau lebih dari beberapa tindakan. Hal ini diketahui dengan dicapai sebagaimana telah didesain dalam penelitian tindakan
a.       Tahap Perencanaan Tindakan
1)      meminta izin dari kepala sekolah SDN Citaresmi
2)      observasi dan wawancara terhadap tenaga pengajar di SDN Citaresmi khususnya di kelas v untuk mendapatkan data awal kondisi terkait dengan proses langkah belajar mengajar
3)      satelah diperoleh gambaran umum tantang keadaan sekolah atau kelas beserta peserta didiknya maka selanjutnya adalah identifikasi masalah
4)      menentukan masalah dari hasil observasi wawancara dan membagikan n kuesioner kepada siswa terhadap kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran IPS.
5)      menentukan tindakan Media Puzle Tuansubang dalam pembelajaran ini.
6)      merancang dan menerapkan instrumen pengumpulan data pada setiap tahapan penelitian dengan menggunakan lembar observasi wawancara dan tes hasil belajar disesuaikan dengan karakteristik media yang akan diterakan.
b. Tahap pelaksanaan tindakan
tabel 1.1
Skenario Pembelajaran
KINERJA GURU
AKTIVITAS SISWA
1.      mengapersepsi materi
2.      menerangkan materi IPS keragaman suku bangsa di Indonesia
3.      menerangkan pemainan puzle suku bangsa dengan provinsinya dengan cemat
4.      bertanya kepada siswa sekiranya ada yang belum dipahami aturan jelas
5.      menyuruh siswa mendeskripsikan salah satu keragaman suku bangsa dan provinsinya
1.              memperhatikan pada guru menerangkan materi pelajaran
2.              mendeskripsikan beberapa keragaman suku bangsa pada puzle.
3.              memasangkan/ menjodohkan gambar suku bangsa dengan wilayah propinsinya dengan tepat
4.              siswa mendeskripsikan materi mengerjakan soal yang diberikan

b.      Tahap Evaluasi.
1)      memberikan evaluasi.
2)      mengadakan koreksi perbaikan/ remedial.
3)      guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
c.       Tahap Observasi
segala yang terjadi selama pelaksanaan tindakan yaitu penerapan Media Puzle dan pembelajaran IPS yang diamati. Baik itu kinerja guru/ aktivitas siswa melalui instrumen yang telah direncanakan dari observasi maka dapat diidentifikasi halal yang penting muncul selama pelaksanaan tindakan
Observasi merupakan pengamatan langsung menggunakan penglihatan, pencinta, pendegaran dan jika perlu pengen cepat dan setidaknya dalam penelitian anda mengundang setidaknya 3 observer dan dibuat data bentuk daftar chakc list (Maulana, 2009)

d.      Tahap Refleksi
Tahap ini merupakan pengkajian hasil daya yang telah diperoleh saat observasi oleh pratkikan dan pembimbing. Refleksi berguna untuk memberikan makna terhadap proses dan hasil perubahan yang telah dilakukan. Hasil dari replikasi yang ada dijadikan bahan pertimbangannya untuk membuat perencananya dalam siklus yang berkelanjutan sampai pembelajaran dinyatakan berhasil dan penelitian, karena menentukan refleksi akhir pembelajaran untuk mengevaluasi yang telah dilakukan apakah sudah mencari target ataukah belum sehingga dapat mendiskusikan hasil pelaksanaan dengan guru praktiskan dan rekan-rekan guru untuk menentukan langkah-langkah berikut,
adapun kegiatan refleksi dalam penelitian ini meliputi
  1. Mengecek kelengkapan data yang terjadi selama proses pembelajaran. Yang terdiri  dari data hasil pengamatan observasi kinerja guru aktivitas siswa dan pedoman wawancara serta hasil belajar siswa baik dalam menyebutkan keragaman suku bangsa di Indonesia maupun tes tertulis.
  2. Mendiskusikan hasil pengempulan data antara guru, peneliti dan kepala sekolah (pembimbing) berupa hasil nilai siswa hasil pengamatan catatan lapangan dan lain-lain.
  3. Penyusunan kembali rencana tindakan yang dirumuskan dalam skenario dalam pembelajaran mengacu pada hasil analisis data tindakan sebelumnya.

J.      INSTURMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Pedoman Wawancara
wawancara adalah suatu pengumpulan data fakta yang sering digunakan dalam hal yang diinginkan wawancara dilakukan untuk melengkapi atau menjelaskan maslah yang kurang terliput melalui observasi, wawancara berhasil apabila petunjuk diperhatikan.
1)      Bersifat simpatik beperhatian menjadi pendengar yang baik.
2)      Bersikap netral ( tidak mengungkap opini pribadi.
3)      Jangan tegang.
4)      Berilah dukungan bahwa pendapatnya itu penting dan ini bukan ujian (Wiriaatmaja, 2009).

  1. Lembar Observasi
Menurut Prabowo (2010) menjelaskan bahwa salah satu kegiatan penting dalam pembelajaran adalah observasi.
Observasi adalah salah satu alat pengumpulan data terpenting dalam penelitian tindakan kelas dengan menggunakan penglihatan penciuman pendengaran perabaan jika perlu pengecapan.
  1. Tes hasil belajar
Ini digunakan untuk mengetahui tercapainya indikator tujuan penelitian agar soal yang diperisapkan dapat menghasilkan bahan ulangan/ ukuran yang sahih dan handal maka dalam mempersiapkannya harus memenuhi langkah-langkah berikut:
1)      menentukan pokok bahasan yang diujikan,
2)      menyusun kisi-kisinya,
3)      menuliskan soalnya,
4)      merakit soal menjadi perangkat tes,
5)      menyusun pedoman perskoran,
6)      dalam (Djuanda Dkk 2009),

K.    DATA DAN SUMBER DATA
Data penelitian ini merupakan data kualitatif dan kuantitatif yang terkumpul dai berbagai instrumen penelitian yang diperoleh dari berbagai instrumen peneliti yang diperoleh dari hasil observasi wawancara dan tes yang dilaksanakan terhadap siswa kelas v SDN 1 Citaresmi kecamatan Sumedang selatan kabupaten Sumedang yang berkaitan dengan menyebutkan keragaman suku bangsa di Indonesia.
Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Citaremi Kecamatan Sumedang selatan kabupaten Sumedang.

L.     VALIDASI DATA
Validasi data merupakan instrumen untuk mengecek keabsahan data. Dapat pula diartikan sebagai derajat kedekatan hasil pengukuran dengan keadaan yang sebenarnya bukan masalah sama sekali benar atau seutuhnya salah hal ini juga menjadi awal dari penelitian ini.
Karena mengingat adanya kedekatan hasil pengukuran dengan kenyataan yang sesungguhnya seperti pada paparan di atas, maka penting sekali menentukan teknik yang sesuai dengan karakteristik instrumen keakuratan datanya.
Teknik validasi data yang akan digunakan penelitian ini mengacu pada  pendapat Hopkin (Wiriaatmadja) untuk mengetahui sebuah data dapat Menggunakan
a.           Triangulasi yakni memeriksa keberaan data yang diperoleh penelitian dengan membantingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra penelitian secara kolaboratif.
b.          Memeber chack yakni memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama kegiatan observasi atau wawancara dari nara sumber (guru , siswa kepala sekolah dan lain-lain) dengan cara mengonfirmasikannya dengan guru dan siswa melalui diskusi balikan pada setiap akhir tindakan kegiatan tersebut dimaksud untuk mengetahui ataukah keterangan informasi/ penjelasan itu tetap sifatnya/ tidak berubah sehingga dapat dipastikan keajegannya data itu terperiksa.
c.           Audit trail yakni mengecek kebenaran prosedur metode pengumpulan data dengan cara mendiskusikannya dengan pembimbing untuk memeriksa apakah PTK yang dilaksanakan sudah sesuai prosedur penelitian ilmiah yang dilakukan.
d.          Exspert opinion yaitu dengan meminta nasihat kepada pakar khususnya yang menguasai kajian penelitian yang sedang dilakukan adalah hal ini pakar yang dimaksudkan adalah pembimbing penelitian yang akan memeriksa semua kegiatan penelitian dan memberikan arahan-arahan terhadap maslah penelitian.











M.   DAFTAR PUSTAKA

Sagala, S. (2005). Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabet.

Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif Jakarta: Kencana Perenda Media Goup.

Bakri, S (2002) Strategi Belajar Mengajar Jakarta: PT Rineka Cipta.

Tim Penyusun Kamus. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka.

Djuanda, D M.Pd. dkk (2009) Model Pembelajaran di Sekolah Dasar. Sumedang.

Wriaaatmadja, R (2009). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Pt Remaja Rosda Karya.

Maulana, (2009) Memahami Hakikat Variabel dan Instrumen Penelitian Pendidikan dengan Benar Bandung:---------------


Suherman, A. (2010) Penelitian Pendidikan Bandung: CV Bintang Warkatika